The Feeling
Kala itu...
Aku baru tahu rasa 'tidak diinginkan oleh orang lain'.
Ketika dia mengatakan tidak dengan alasannya.
Aku paham dengan alasanmu.
Namun..
Ada satu hal yang membuatku kecewa akan dirimu.
Ketika kau mengatakan ya untuk orang lain.
Dan itu tepat di depanku.
Kau tahu apa yang aku rasakan?
Kecewa..
Ya, aku sangat kecewa.
Kecewa akan ketidak konsistenmu.
Kecewa akan ketidak konsistenmu.
Yang mengatakan tidak padaku,
namun ya padanya.
Ah..
Ah..
Aku lupa ada satu dinding tinggi nan tebal.
Yang membedakanku dengannya.
Seharusnya aku sudah paham dan sangat tahu.
Alasanmu melakukan hal demikian.
Namun..
Layaknya hati seorang perempuan yang masih labil.
Yang kecewa atas perasaan 'tidak diinginkan oleh orang lain'.
Hingga akhirnya..
Pertama kali dalam hidupku.
Aku menangis..
Aku menangis..
Menangis yang disebabkan dengan hal yang tak pantas kutangisi.
Sungguh ku menangis tersedu saat itu.
Di sepanjang jalan Kediri hingga Bendo.
Di kursi paling belakang bus Puspa Indah.
Dengan ku tutupi masker orenku.
Dan ditemani suasana senja nan syahdu kala itu.
Menjadikan dorongan bagiku.
Untuk mengeluarkan semua perasaan kecewa.
Yang diubah menjadi butiran air mata.
Air mata yang sangat sulit untuk ku tahan dan ku hentikan.
Entah mengapa..
Perasaan kecewa itu masih sangat tergambar jelas.
Dalam alam bawah sadarku.
Dalam hatiku.
Dan suatu ketika bisa tiba-tiba muncul ke permukaan.
Aku tidak membencimu.
Aku hanya membenci perasaan itu.
Perasaan yang mungkin akan ku rasakan.
Ketika aku sedang tidak baik-baik saja.
Terima kasih untukmu.
Yang mengajarkanku arti perasaan itu.
![]() |
| This is me right now. |


Comments
Post a Comment